Data |  Di mana posisi India dalam indeks kelaparan global?
States

Data | Di mana posisi India dalam indeks kelaparan global?

Hasil NFHS-5 (2019-20) menunjukkan bahwa di sebagian besar negara bagian yang datanya dirilis, pengerdilan anak dan pemborosan anak meningkat dibandingkan tahun 2015-16

India menduduki peringkat 101 dari 116 negara dalam Indeks Kelaparan Global yang baru-baru ini dirilis. Itu adalah salah satu di antara 31 negara di mana kelaparan telah diklasifikasikan sebagai “serius”. Peringkat negara tersebut telah mengalami tren penurunan sejak 2016. Empat indikator digunakan untuk menghitung skor — pangsa penduduk yang kurang gizi, pangsa balita yang kurus (berat badan rendah menurut tinggi badan), pangsa balita yang stunting ((tinggi badan rendah menurut umur), dan angka kematian balita. Di antaranya, sedangkan wasting meningkat dibandingkan tahun 2012, stunting dan angka kematian menurun. Hasil Survei Kesehatan Keluarga Nasional-5 (2019-20 ) juga menunjukkan bahwa di sebagian besar negara bagian yang datanya dirilis, stunting dan wasting meningkat dibandingkan dengan putaran survei 2015-16.

Tren menurun

Peringkat India dalam Global Hunger Index secara konsisten memburuk dalam 10 tahun terakhir. Peringkat negara ini menjadi sangat buruk sejak 2016.

Tabel tampak tidak lengkap? Klik untuk menghapus mode AMP

Penilaian nutrisi

Menurut GHI, prevalensi kurus pada anak balita di India meningkat pada tahun 2021 dibandingkan tahun 2012, tahun sebelumnya dimana data tersedia. Di sisi lain, prevalensi stunting pada balita dan angka kematian balita terus menurun sejak tahun 2000.

Baca juga: Editorial | Angka yang mengecewakan: Pada Survei Kesehatan Keluarga Nasional 2019-20

Prevalensi pemborosan

Bagan tersebut memplot pangsa balita yang terbuang menurut NFHS-5 (2019-20) terhadap perubahan dari NFHS-4 (2015-16). Di 10 dari 18 negara bagian, persentase anak terbuang lebih tinggi pada 2019-20 dibandingkan dengan 2015-16. Hanya enam negara bagian yang berkinerja lebih baik dalam hal ini. Tidak ada perubahan yang tercatat di dua negara bagian.

Prevalensi stunting

Bagan tersebut memplot pangsa balita yang mengalami stunting menurut NFHS-5 (2019-20) terhadap perubahan dari NFHS-4 (2015-16). Di 11 dari 18 negara bagian, persentase anak-anak terhambat pada 2019-20 lebih tinggi dibandingkan dengan 2015-16. Tujuh negara bagian melihat peningkatan dalam hal ini.

Baca juga: Data | Kematian TB pada level tertinggi tujuh tahun karena pemberitahuan kasus dan kunjungan rawat jalan menurun pada tahun 2020

Posted By : togel hongkonģ malam ini